Showing posts with label Psychology. Show all posts
Review Survey Mengenai "Implementasi E-learning Pada Proses Belajar"
ANALISA HASIL SURVEY
Berdasarkan hasil survey online yang saya
lakukan dimulai tanggal 27 Maret 2013 sampai dengan 28 Maret 2013 dengan judul
survey ‘Implementasi E-learning pada proses belajar’, saya akan menganalisa
seluruh data hasil survey tersebut. Motivasi saya mengangkat topik tersebut
adalah karena semakin majunya teknologi pada era ini, terlebih lagi dalam
bidang pendidikan. Dan salah satu teknologi yang sangat berkembang pesat
dibidang pendidikan adalah E-Learning .
Adapun pertanyaan yang saya ajukan sebagai bahan untuk pengumpulan survey
adalah sebagai berikut :
v Apa pengertian
'Belajar' menurut pendapat anda ?
v Apakah anda
memiliki email address sendiri
v Sudah berapa lama
anda menggunakan email ?
v Bagaimana
pemahaman anda mengenai elearning?
v Bagaimana
pemanfaatan e-learning di lingkungan sekolah/kampus anda ?
v
Pelatihan apa yang anda harapkan untuk meningkatkan
kemampuan dalam penguasaan Teknologi Informasi ?
Berikut adalah hasil analisa yang saya
dapatkan dari responden yang telah berpartisipasi dalam survey saya.
1. Apa pengertian
'Belajar' menurut pendapat anda ?
Dari hasil survey menunjukkan 80% orang menjawab, bahwa belajar adalah
proses dari tidak tahu menjadi tahu. Sisanya menjawab hal yang berbeda tetapi
lebih terarah dan detail. Ini membuktikan bahwa, sebagian besar orang
mengganggap belajar itu hanyalah sebuah proses dari sesuatu yang tidak
diketahui hingga akhirnya menjadi tahu, tanpa mengetahui manfaat dari belajar
yang berguna bagi kehidupannya, maupun kehidupan orang lain.
2. Apakah anda
memiliki email address sendiri ?
Berdasarkan hasil survey yang saya
dapatkan, berikut adalah laporan hasil surveynya. Ini membuktikan rata-rata
semua orang sudah mengenal dunia internet, termasuk aplikasi yang mendukungnya
seperti email. Dari survey yang saya lakukan, semua orang telah memiliki alamat
email sendiri.
3. Sudah berapa lama
anda menggunakan email ?
Berdasarkan hasil
survey, berikut adalah hasilnya :
< 1 tahun 0 0%
1 sampai 4
tahun 7 15%
> 4 tahun 40 85%
Jadi analisanya
adalah sebagai berikut bahwa sebagian besar orang telah menggunakan email dalam
kurun waktu yang sudah cukup lama, yaitu lebih dari 4 tahun. Bahkan tidak
ditemukan satupun yang menggunakan email dalam kurun waktu dibawah 1 tahun. Ini
membuktikan bahwa kebanyakan masyarakat, sudah banyak yang mengerti internet
dan email bahkan sudah dalam waktu yang cukup lama.
4. Bagaimana
pemahaman anda mengenai elearning?
Berdasarkan hasil survey yang saya dapatkan
bahwa 99% orang sudah mengenal aplikasi ini. Dan ini membuktikan bahwa
rata-rata semua orang telah mengetahui manfaat dan penggunaan metode belajar
dari E-Learning itu sendiri. Kebanyakan
responden mengatakan e-learning adalah proses belajar secara online,
dimana materi pembelajaran disimpan dalam database dan dapat diakses secara
online.
|
5. Bagaimana
pemanfaatan e-learning di lingkungan sekolah/kampus anda ?
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
Berdasarkan hasil survey yang saya
dapatkan, data di atas adalah laporan hasil surveynya. Ini membuktikan bahwa
saat ini tidak semua sekolah di berbagai tingkat pendidikan maupun universitas di
Indonesia sudah menggunakan metode E-Learning. Hanya ada beberapa yang sama
sekali belum pernah mengimplementasikan e-learning pada proses belajar mengajar
mereka. Walaupun mereka sudah banyak yang mengetahui apa itu e-learning.
6. Pelatihan
apa yang anda harapkan untuk meningkatkan kemampuan dalam penguasaan Teknologi
Informasi
|
|
|
Pengetahuan
Umum tentang Komputer
|
16
|
14%
|
|
|
Software
aplikasi
|
21
|
19%
|
|
|
Jaringan
komputer
|
23
|
21%
|
|
|
Penggunaan
internet
|
17
|
15%
|
|
|
e-Learning
|
14
|
13%
|
|
|
Sistem
informasi manajemen
|
16
|
14%
|
|
|
Other
|
5
|
4%
|
Berdasarkan hasil survey yang saya dapatkan, data di atas adalah laporan
hasil surveynya. Ini membuktikan bahwa setiap orang mempunyai pemikiran yang
berbeda-beda mengenai pelatihan dasar yang diharapkan mampu meningkatkan
kemampuan dalam penguasaan Teknologi Informasi. Dan dapat dilihat bahwa
Pelatihan Jaringan Komputer lah yang diharapkan sebagian orang untuk dapat
meningkatkan kemampuan dalam penguasaan Teknologi Informasi.
TESTIMONI
Survey online yang pertama kali saya lakukan
ini, memberikan banyak manfaat. Kita tidak perlu repot lagi melakukan survey
dengan kertas, yang hanya akan menambah buruk kondisi bumi kita, cukup dengan
fasilitas internet, kita bisa survey kepada responden dimana saja dan kapan
saja. Topik yang saya angkat kali ini adalah, mengenai e-learning. Tentu saja
sudah sangat akrab di telinga kita. Dari data-data responen yang telah mengisi
pertanyaan saya, dapat ditarik kesimpulan bahwa 99% semua responden telah
mengetahui apa sebenarnya elearning itu, namun diantaranya masih ada beberapa
yang sama sekali belum pernah melakukan elearning tersebut. Padahal dengan
adanya survey online ini, juga merupakan salah satu contoh dari e-learning,
bahkan dengan social network pun kita bisa dikatakan telah melakukan proses
belajar e-learning. Contoh yang paling dekat misalnya ,ketika kita berdiskusi
dengan teman dalam sosialmedia, hal ini juga merupakan proses e-learning.
Cukup sekian hasil analisa dan testimony dari
saya, lebih dan kurang saya mohon maaf. Dan diharapkan kritik dan saran yang
membangun untuk saya, agar lebih baik kedepannya. Terima Kasih kepada semua
responden yang bersedia meluangkan sedikit waktunya untuk mengisi formulir
survey dari saya. Arigatou..!! ^_^
Penguatan Negatif
KELOMPOK
5
ANGGOTA
KELOMPOK:
1 * Indi Andira - [ 111402007 ] -
2 * Sylvi Evelyn - [ 111402055 ] -
Tokoh
Tokoh yang berperan dalam
teori Penguatan Negatif adalah Burrhus Frederic Skinner atau biasa dipanggil
dengan Skinner. Skinner
lahir di Susquehanna, Pennsylvania, 20 Maret 1904 - meninggal di Massachusetts, 18 Agustus 1990 pada umur 86 tahun. Beliau adalah seorang psikolog Amerika Serikat terkenal dari aliran behaviorisme.
Teori
Penguatan negatif (Negative
Reinforcement) adalah Penguat yang berasal dari pemindahan atau
penghindaran suatu kejadian negatif sebagai konsekuensi dari perilaku.
Skinner lebih percaya kepada apa yang
disebut sebagai penguat negatif. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman.
Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman
harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan
respon yang sudah ada, sedangkan penguat
negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi
semakin kuat.
Uraian
Teori Hasil Diskusi :
penguatan negatif sering
disalah artikan sebagai punishment, karena kata “negatif”nya. Pada punishment,
ketika terjadi suatu kesalahan, maka perilaku kesalahan tsb akan diberikan
impuls negatif terhadapnya. Pada penguat negatif terjadi kesalahan, maka impuls
negatif yang membuat perilaku melakukan kesalahan akan dieliminasi untuk
memperkuat impuls positif yang ada pada dirinya.
Singkatnya pengutan negative
itu bisa di artikan sebagai sesuatu yang bila ditiadakan akan meningkatkan
respon dari suatu perilaku.
Contoh konkrit dalam bidang TI
Ada dua jenis penguatan
negatif, yaitu Escape conditioning (Pengkondisian melarikan diri) dan Avoidance
conditioning (Pengkondisian menghindar). Disini saya akan memberikan contoh
dari jenis penguatan negative Avoidance conditioning. Avoidance conditioning
adalah beberapa stimulus atau kejadian yang bilamana ditunda atau dihindarkan
akan meningkatkan atau memelihara kekuatan respon. Penguatan negatif avoidance
akan mengakibatkan munculnya perilaku avoidance (menghindar). Sebagai
contoh dalam bidang IT , beberapa mahasiswa IT mendapatkan sebuah proyek untuk
membuat sebuah website, dengan semua requirement yang telah ditentukan, mereka
pun mulai membangun website tersebut. Kemudian setelah selesai semua proses
pembuatan, mereka menunjukkan kepada client hasil dari website yang telah
dibangun. Ternyata client tidak menyukai proyek yang kami bangun, sementara
proyek tersebut sudah dibuat dan siap di pakai, maka dia berusaha menolak
proyek kami yaitu dengan cara menunjukkan perilaku tidak puas atau merasa
kecewa bahkan menggeleng untuk menolak / menghindar dari proyek yang kami buat.
Client melakukannya untuk menghindarkan kejadian negatif, yaitu bila dia
menerima maka client akan mendapat website yang tidak sesuai dengan apa yang
diinginkan.
Sumber Referensi :
Testimoni
:
Setiap minggunya metode pembelajaran yang diberikan bu Dina
tuh berbeda-beda. Membuat saya jadi tidak bosan untuk belajar. Kali ini, bu
Dina memberikan metode yang berbeda dari minggu-minggu yang lalu, yaitu dengan
membagi kelompok, dan membagi materi dengan kata kunci yang berbeda. Dan
memberikan kesempatan kepada kami untuk membedah materi tersebut. Saya dan
teman sekelompok saya mendapatkan materi yang menarik, dan sangat tidak
familiar di telinga saya, yaitu Penguatan
Negatif. Sehingga memberikan
perasaaan ingin tau lebih jauh lagi tentang penguatan negatif. Proses pembelajaran
seperti ini yang membuat seorang mahasiswa bisa mandiri dalam belajar, tidak
hanya disuguhkan materi oleh dosen. Namun mahasiswa di beri dorongan untuk
dapat mengeksplor materi tsb. Dan tentunya akan mendorong mahasiswa untuk
mencari mengenai materi tersebut, sesederhana mungkin untuk mudah ia pahami. Contohnya
saja kata kunci yang kami dapat, penguatan
negative, awalnya kami sempat bingung dengan pengertian yang di berikan
oleh berbagai sumber.
Namun pada akhirnya dengan diskusi kelompok, dan
pencermatan contoh-contoh yang diberikan narasumber, menuntun kami mendapatkan ‘apasih
sebenarnya penguatan negative itu’. Sekian dulu testimoni dari indii..
thank youuu..
thank youuu..
Pengalaman Mengenai Sensasi Dan Persepsi
Kali ini saya akan berbagi pengalaman
tentang sensasi dan persepsi dalam kehidupan saya, tapi sebelumnya saya akan
berikan sedikit tambahan pengetahuan mengenai sensasi dan persepsi. Agar pembaca
tidak salah persepsi.
Sensasi adalah
tahap pertama stimuli mengenai indra kita. Sensasi berasal dari kata“sense” yang
artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya.
Menurut Dennis Coon, “Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak
memerlukan penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali
berhubungan dengan kegiatan alat indera.”
Definisi sensasi, fungsi alat indera
dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Kita mengenal lima
alat indera atau pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera
penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari
dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar
diindera oleheksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari
dalam diindera oleh ineroseptor(misalnya, system peredaran darah). Gerakan
tubuh kita sendiri diindera oleh propriseptor(misalnya, organ vestibular).
Persepsi merupakan
pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh
dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan
makna pada stimuli inderawi (sensory stimuli). Sensasi adalah bagian dari
persepsi. Persepsi, seperti juga sensasi ditentukan oleh faktor personal dan faktor
situasional. Faktor lainnya yang memengaruhi persepsi, yakni perhatian.
Persepsi adalah proses pemahaman ataupun
pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari
proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar
gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari
persepsi.
Pembedaan persepsi dengan sensasi
Istilah persepsi sering dikacaukan
dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima
otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang
berhubungan dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa kasar, yang
berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.
Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja
yang tidak enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang
kasar, penglihatan atas meja yang banyak coretan, dan kenangan di masa lalu
saat memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.
Pengalaman
saya tentang sensasi dan persepsi
pengalaman 1:
Berdasarkan teori sensasi dan persepsi
di atas, saya akan mencoba menceritakan pengalaman pribadi saya dihubungkan
dengan teori tersebut. Saya sewaktu berlibur di Berastagi. Saya sangat senang
jika waktu liburan dapat saya habiskan untuk menikmati wisata alam seperti
contohnya di daerah pegunungan. Berhubungan dengan teori sensasi dan persepsi
di atas, pengalaman saya tersebut dapat dijadikan contoh. Sensasi dan persepsi
pasti berhubungan dengan indra yang dimiliki manusia antara lain
hidung,telinga,lidah,kulit,mata dsb. Indra tersebut berfungsi untuk memberikan
suatu sensasi. Dalam pengalaman saya, sensasi yang muncul yaitu suhu yang
dingin, karena saya berada pada daerah yang memiliki temperatur rendah. Hal
tersebut dapat dirasakan, karena kulit kita sangat sensitif terhadap suhu di
luar. Selain itu, pada orang yang tidak terbiasa berada di daerah dingin,
mungkin juga akan mudah terkena flu. Sedangkan hubungannya dengan persepsi
terhadap sensasi yang saya rasakan adalah, saya menjadi bersemangat untuk
melakukan aktivitas, karena orang cenderung akan lebih banyak bergerak di
tempat yang dingin, untuk menjaga agar suhu tubuh tetap hangat. Namun, ada pula
yang berhubung dengan suhu dingin tersebut, orang itu menjadi mudah mengantuk
dan ingin tidur. Hal ini disebabkan sensasi dan persepsi yang muncul pada
setiap orang pasti berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
pengalaman 2:
Ini adalah pengalaman saya sewaktu masih
dibangku SMP, saya sering dipaksa sepupu saya nemeni dia nonton film-film horror.
Karena dia memang sangat suka nonton film yang berbau horror. Dan karena dia juga,
saya jadi agak penakut. Waktu itu saya pernah terbangun, sekitar jam 2 malam
gitu, terus saya keluar dari kamar, untuk ke kamar mandi. Tidak berapa lama
kemudian saya ngeliat ada bayangan hitam dari kejauhan di dekat ruang tamu kami
berjalan aneh dan perlahan mendekat kearah saya berdiri, saya spontan lari ke
kamar kembali dan ketakutan. Dan ternyata bayangan itu adalah sepupu saya
sendiri, yang masih belum sepenuhnya sadar, sehingga jalannya sedikit aneh. Dari
pengalaman saya, didapat sensasinya adalah ketika saya melihat bayangan hitam berjalan
mendekat di malam hari. Dan tentu saja persepsinya bayangan gelap itu adalah
hantu. Kenapa saya bisa berfikir bahwa itu adalah hantu, itu karena faktor
lingkungan saya, sepupu saya yang sering menonton film horror sehingga saya
mengingat, bahwa disering di film horror itu, bayangan-bayangan aneh adalah
hantu.
Pengalaman 3:
Waktu itu ketika saya menginap di hotel
Panghegar Bandung, di hotel tersebut menyediakan fasilitas santai seperti kafe,
dan disana terdapat penyanyi kafe juga. Ketika saya duduk santai sambil
mendengar sang penyanyi melantunkan lagu indahnya, seketika itu juga bulu kuduk
saya naik, alias merinding. Hal itu disebabkan oleh suaranya yang sangat bagus,
dan semua orang yang disana pun
memberinya tepuk tangan yang sangat meriah. Jadi dari kasus diatas, saya
mendapatkan sensasi ketika mendengar suara penyanyi tersebut, karena bulu kuduk
saya sampai merinding , maka persepsi saya bahwa suara dia indah dan sangat
bagus.
Belajar Memahami Orang Lain
Pernahkah anda merasa tersisih atau
diacuhkan oleh teman atau orang-orang yang ada disekitar anda? Atau anda pernah
berdebat dengan seseorang dan anda menganggap lawan debat anda adalah orang
yang selalu mencari pembenaran, dan tidak jujur mengakui kebenaran yang anda
sampaikan? Atau anda pernah mengalami situasi dimana anda menyampaikan sebuah
kabar yang benar, tetapi justru orang-orang menganggap anda sebagai seorang
pembohong? Saya rasa situasi seperti ini semua orang pernah mengalaminya.
Pada dasarnya, cara berpikir manusia,
bertingkah laku, bersikap dan lain-lain adalah egosentris. Artinya, sudut
pandang yang dipegang adalah sudut pandang pribadi. Ini adalah hal yang manusiawi.
Seseorang berbuat untuk mempertahankan eksistensi pribadi. Hal yang menjadi
masalah adalah jika pribadi-pribadi tersebut bertemu, maka akan memunculkan
sudut pandang pribadi yang berbeda-beda. Bagaimana cara membangun komunikasi
dengan pribadi-pribadi yang berbeda-beda susut pandangn ini?
Terkadang kita terpikat dengan
seseorang, dimana kita melihat mereka sangat berhasil dalam membangun
komunikasi. Atau kita percaya pada teman kita yang luar biasa, yang sangat
perhatian kepada kita dan komunikatif.
Hal yang kita temukan pada orang-orang
yang bisa membangun komunikasi yang baik adalah, mereka selalu dapat
menempatkan posisinya secara tepat. Terkadang kita akan melihat mereka adalah
seorang pendengar yang baik, dan diwaktu yang lain akan menjadi pembicara yang
baik, dan situasi yang lain, mungkin kita akan menemukan mereka sebagai pemberi
saran yang jitu. seseorang yang berhasil dalam membangun komunikasi adalah
orang yang bisa memahami sudut pandang dan kebutuhan orang lain. Mereka menekan
ego pribadinya sendiri, untuk bisa mendalami pendapat orang lain.
Fakta yang kita ketahu bahwa, seseorang
yang mau menang sendiri, suka berdebat, dan tidak mau mengakui kesalahan,
adalah orang-orang yang tidak kita sukai. Yang menjadi masalah adalah, jika
ketidaksukaan kita kepada mereka membuat kita memaksakan kehendak kita dan
tidak mendengarkan apa hendak mereka sampaikan, sehingga kita membalasnya
dengan sikap yang tidak bersahabat.
Belajar memahami sikap dan pendapat
orang lain menunjukkan bahwa kita bertingkahlaku sebagai orang dewasa. Semua
orang bisa berbicara dan berdebat, tetapi tidak semua orang bisa memahami sikap
orang lain atau menjadi pendengar baik.
You have to know me
INDI ANDIRA BUTAR-BUTAR
Keturunan Korea-Indo (ngarep). Indi is the lemot one (hahaaa mengakui juga akhirnya). Ucapanku terkadang kaku serta baku. Tapi, saking ramahnya, saking murah senyumnya, saking low profilenya, semua orang sangat sayang padaku.
Hehehee.. doesn't mean that I am takabur. Low profile maksudny really down to earth and 'no problemo' with all kind of human in this world.
Aku tuh orangnya panikan banget, sedikit masalah aja udah langsung paniiikk banget, tapi aku always trying to not to be panic to solve the problems. Dan satu hal, aku tuh paling seneng ngerjain alias ngejahilin temen-temen dekat aku, jahilin abis-abisan deh pokoknya. Hahaaa...
Hoamm.. I think it's better for me to go sleeping now. See ya..
Aku tuh orangnya panikan banget, sedikit masalah aja udah langsung paniiikk banget, tapi aku always trying to not to be panic to solve the problems. Dan satu hal, aku tuh paling seneng ngerjain alias ngejahilin temen-temen dekat aku, jahilin abis-abisan deh pokoknya. Hahaaa...
Hoamm.. I think it's better for me to go sleeping now. See ya..
.png)




